Analisis atau Review Kritis Artikel Tentang Statistik 3: Variabel, Statistik Deskriptif, pemilihan dan penafsiran berbagai Statistik Inferential
Nama : Cindy Tyas Harvina
NIM : 250321829945
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tema : Statistik 3: Variabel, Statistik Deskriptif,
pemilihan dan penafsiran berbagai Statistik Inferential
Offering : A25
Review Artikel
Judul Artikel: “Misconceptions in
descriptive statistics among postgraduates in social sciences”
Tujuan:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis miskonsepsi mahasiswa pascasarjana dalam memahami konsep statistik deskriptif, khususnya pada ukuran pemusatan (central tendency) dan variabilitas (variability). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pola penalaran statistik mahasiswa pascasarjana yang mengikuti mata kuliah aplikasi statistik dalam penelitian pendidikan di Universitas Teknologi Malaysia (UTM).
Metode:
Penelitian
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa tes tertulis
berbentuk soal uraian.
·
Partisipan: 122 mahasiswa pascasarjana dari
program magister pendidikan di UTM, sebagian besar adalah guru sekolah dasar
dan menengah.
·
Instrumen: Lima soal yang diadaptasi dari
penelitian Magina & Cazorla (2008) dan Lee & Meletiou (2003) untuk
menguji miskonsepsi tentang rata-rata, histogram, dan variasi data.
· Analisis: Jawaban mahasiswa dianalisis berdasarkan klasifikasi miskonsepsi yang dikembangkan oleh peneliti sebelumnya, dengan memperhatikan alasan atau penjelasan yang diberikan mahasiswa pada setiap jawaban.
Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pascasarjana masih mengalami berbagai miskonsepsi dalam statistik deskriptif, terutama pada topik rata-rata, histogram, dan variasi data. Meskipun sebagian besar responden mampu menjawab dengan benar lebih dari separuh soal, peneliti menemukan bahwa penalaran statistik mahasiswa masih tergolong rendah. Pada konsep rata-rata, muncul beberapa miskonsepsi utama: sekitar 7,4% mahasiswa menganggap rata-rata sebagai kelipatan dari nilai rata-rata, 4,9% menganggap rata-rata sebagai jumlah nilai data, dan 3,1% berasumsi bahwa salah satu nilai harus sama dengan rata-rata. Sementara itu, pada topik histogram, sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan membedakan antara histogram dan scatter plot, serta salah menafsirkan tinggi batang sebagai indikator variasi data, bukan penyebaran data secara statistik. Pada soal tentang distribusi data, sekitar 22% mahasiswa juga keliru memahami kemencengan (skewness) dan menunjukkan pola berpikir deterministik, seperti menilai nilai 188 mg kolesterol sebagai “tinggi” tanpa mempertimbangkan konteks standar deviasi dan distribusi data. Secara umum, hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa pascasarjana masih cenderung mengandalkan intuisi dibandingkan pemahaman konseptual yang benar dalam menyelesaikan permasalahan statistik, sehingga penalaran statistik mereka belum berkembang optimal.
Kesimpulan:
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemahaman mahasiswa pascasarjana terhadap konsep statistik deskriptif masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal penalaran statistik dan interpretasi data dalam konteks nyata. Konsep rata-rata relatif lebih mudah dipahami dibandingkan topik lain, namun masih ditemukan miskonsepsi mendasar seperti menganggap rata-rata sebagai nilai konstan atau hasil penjumlahan data. Kesulitan yang paling dominan ditemukan pada pemahaman histogram dan interpretasi distribusi data, di mana mahasiswa kerap salah memaknai bentuk distribusi serta hubungan antara variabel. Penelitian ini menegaskan bahwa pengajaran statistik seharusnya tidak hanya berfokus pada prosedur perhitungan, melainkan juga pada pengembangan kemampuan penalaran dan interpretasi statistik secara konseptual dan kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih menekankan pada penalaran statistik agar mahasiswa mampu memahami makna data secara mendalam, menghindari miskonsepsi, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis dalam riset pendidikan dan ilmu sosial.
Kelebihan penelitian:
· Fokus pada populasi yang jarang diteliti:
mahasiswa pascasarjana bidang sosial (bukan mahasiswa sarjana).
·
Menggunakan soal berbasis penalaran terbuka,
sehingga dapat menggali cara berpikir mahasiswa.
· Mengadaptasi instrumen teruji dari penelitian
sebelumnya (Lee & Meletiou, 2003; Magina & Cazorla, 2008).
· Memberikan implikasi praktis terhadap peningkatan strategi pengajaran statistik.
Kekurangan/gap penelitian:
·
Sampel terbatas hanya di satu universitas (UTM),
sehingga hasil belum dapat digeneralisasi secara luas.
· Tidak dilakukan wawancara atau observasi
mendalam, sehingga alasan konseptual di balik miskonsepsi tidak sepenuhnya
terungkap.
· Fokus hanya pada dua topik (central tendency dan
variability), belum mencakup aspek statistik lainnya seperti inferensial
statistik.
· Tidak ada intervensi pembelajaran atau tindak lanjut remediasi, hanya mengidentifikasi tanpa menguji solusi.
Novelty:
Kebaruan penelitian ini terletak
pada objek kajian, yaitu miskonsepsi statistik di kalangan mahasiswa
pascasarjana bidang ilmu sosial—sesuatu yang belum banyak diteliti sebelumnya,
karena sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada siswa sekolah atau
mahasiswa sarjana.
Hal ini dinyatakan secara eksplisit dalam bagian pendahuluan:
“Many efforts on identifying
misconceptions among schools and undergraduate students have been done, but for
postgraduates, in particular serviced teachers, are yet to be understood.”
Selain itu, penelitian ini juga
menambahkan temuan baru bahwa beberapa miskonsepsi tentang konsep rata-rata
tidak ditemukan di kalangan pascasarjana, berbeda dari hasil penelitian
terdahulu. Seperti disebutkan dalam abstrak:
“This paper describes some
similar misconceptions that were found by other researchers; however, some
misconceptions on the concept of average were not seen among postgraduates.”
Daftar Pustaka:
Zaidan,
A., Ismail, Z., Yusof, Y. M., & Kashefi, H. (2012). Misconceptions in
Descriptive Statistics Among Postgraduates in Social Sciences. Procedia -
Social and Behavioral Sciences, 46, 3535–3540.
https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.06.100

Comments
Post a Comment