Analisis atau Review Kritis Artikel Tentang Korelasi dan Regresi
Nama : Cindy Tyas Harvina
NIM : 250321829945
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tema : Statistik 2: Korelasi dan Regresi
Offering : A25
Review Artikel
Judul Artikel: “Impact of road
geometry on school-area traffic congestion using regression and machine
learning analysis: lessons from six Saudi cities”
Tujuan:
Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis bagaimana karakteristik geometrik jalan, seperti
kategori jalan, jumlah lajur, keberadaan median, arah lalu lintas, dan parkir
di pinggir jalan, mempengaruhi tingkat kemacetan di sekitar area sekolah pada
jam antar-jemput di enam kota besar Arab Saudi. Selain itu, penelitian ini juga
bertujuan membandingkan kinerja model Multiple Regression (MR) dan Machine
Learning (ML) (khususnya XGBoost) dalam memprediksi tingkat kemacetan
menggunakan Travel Time Reliability (TTR) metrics seperti Travel Time
Index (TTI), Planning Time Index (PTI), dan Buffer Time Index
(BTI)
Metode:
Metode yang
digunakan bersifat kuantitatif dengan kerangka kerja multi-tahap (multi-stage
framework). Data dikumpulkan dari 242 segmen jalan di sekitar 40 sekolah di
enam kota besar (Riyadh, Makkah, Hassa, Hail, Najran, dan Abha) melalui
observasi lapangan. Waktu tempuh kendaraan diperoleh dari Google Maps API
menggunakan skrip Python pada 20 interval waktu harian, kemudian dihitung nilai
TTI, PTI, dan BTI. Analisis dilakukan dengan regresi berganda (SPSS) serta
model pembelajaran mesin XGBoost untuk mengidentifikasi variabel geometrik
paling berpengaruh terhadap kemacetan. Selain itu, penelitian juga menilai
hubungan antara waktu tempuh, konsumsi bahan bakar, dan emisi CO₂ untuk
mengukur dampak lingkungan.
Hasil:
·
Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa
kategori jalan dan jumlah lajur per arah merupakan faktor yang paling
signifikan memengaruhi kemacetan. Nilai R² model TTI berkisar antara
0,035–0,112.
·
Model XGBoost (Machine Learning) memberikan
hasil yang jauh lebih akurat dengan nilai R² mencapai 71% untuk TTI,
menunjukkan keunggulan ML dibanding regresi tradisional dalam menangkap
hubungan non-linear antarvariabel.
·
TTI terbukti sebagai indikator paling
representatif untuk menggambarkan kemacetan dibanding PTI dan BTI.
·
Variabel medians dan on-street parking memiliki
pengaruh berbeda: median justru meningkatkan kemacetan karena membatasi
pergerakan, sedangkan parkir pinggir jalan yang tertata baik justru mengurangi
kemacetan.
·
Analisis lingkungan menunjukkan adanya korelasi
positif antara peningkatan TTI dan peningkatan konsumsi bahan bakar serta emisi
CO₂.
Kesimpulan:
Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain geometrik jalan
memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja lalu lintas di area sekolah. XGBoost
lebih akurat dibanding regresi dalam memprediksi kemacetan berdasarkan
parameter geometrik. Faktor paling dominan adalah tipe jalan dan jumlah lajur
per arah, sementara keberadaan median dan pengelolaan parkir perlu diperhatikan
dalam desain kawasan sekolah. Penelitian ini juga menegaskan bahwa indikator
TTI paling efektif untuk menggambarkan reliabilitas waktu tempuh dan dapat
digunakan untuk menilai implikasi lingkungan dari kemacetan.
Kelebihan penelitian:
·
Menggunakan kombinasi pendekatan statistik dan
machine learning (XGBoost) sehingga menghasilkan model prediksi yang lebih
akurat.
·
Mencakup enam kota besar dengan data lapangan
riil (242 segmen jalan), meningkatkan validitas eksternal.
·
Mengintegrasikan aspek lingkungan (emisi CO₂ dan
konsumsi bahan bakar) ke dalam analisis lalu lintas.
·
Menggunakan data real-time dari Google
Maps API dengan validasi temporal dan bootstrapping untuk reliabilitas
statistik.
Kekurangan/gap penelitian:
·
Ketergantungan pada data Google Maps, yang
mungkin tidak menangkap kondisi lalu lintas real-time akibat kecelakaan atau
pekerjaan jalan.
·
Model tidak memasukkan faktor kontekstual
seperti kepadatan pejalan kaki, ukuran sekolah, atau kondisi tata guna lahan
sekitar.
·
Ruang lingkup terbatas pada kota besar; belum
dapat digeneralisasikan untuk wilayah rural atau semi-urban.
·
Asumsi homogenitas kendaraan dan konsumsi bahan
bakar pada analisis lingkungan bisa menyebabkan bias estimasi.
·
Interaksi antarvariabel (seperti efek gabungan
median dan jumlah lajur) tidak dimasukkan karena risiko multikolinearitas.
Novelty:
Kebaruan utama penelitian ini terletak pada:
“However, few studies have systematically quantified how
road geometry affects traffic performance during school pick-up and drop-off
periods in rapidly urbanizing, car-centric regions such as Saudi Arabia.”
Artinya, penelitian ini secara sistematis mengkuantifikasi
pengaruh karakteristik geometrik jalan terhadap kemacetan di area sekolah di
konteks kota-kota berkembang yang bergantung pada mobil pribadi. Selain itu,
studi ini mengintegrasikan metode Machine Learning (XGBoost) dengan Travel Time
Reliability (TTR) metrics untuk menganalisis hubungan tersebut, sesuatu yang
belum dilakukan pada penelitian-penelitian sebelumnya.
Daftar Pustaka:
Shokry, S.,
Alrashidi, A., El-Bany, M. E.-S., & Darwish, A. M. (2025). Impact of road
geometry on school-area traffic congestion using regression and machine
learning analysis: lessons from six Saudi cities. Transportation Research
Interdisciplinary Perspectives, 34, 101686.
https://doi.org/10.1016/j.trip.2025.101686

Comments
Post a Comment