Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Pengumpulan data penelitian kuantitatif melalui tes, quesioner, wawancara, observasi
Hallo, Wellcome to my blog💗
Perkenalkan saya Cindy Tyas Harvina, saya merupakan mahasiswi S2 Pendidikan Fisika di Universitas Negeri. Pada kesempatan kali ini, saya sedang menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian Kuantitatif.
Saya akan membagikan Deskripsi Novelty dan Analisis Kritis Artikel mengenai materi Penelitian kualitatif dan kuantitatif: Pengumpulan data penelitian kuantitatif melalui tes, quesioner, wawancara, observasi , dari artikel yang berjudul "In defence of psychometric measurement: a systematic review of contemporary self-report feedback inventories"
Review Artikel
Judul Artikel: “In defence of
psychometric measurement: a systematic review of contemporary self-report
feedback inventories”
Tujuan:
Artikel ini
bertujuan untuk:
· Meninjau secara sistematis instrumen self-report
feedback inventories yang digunakan dalam penelitian pendidikan kontemporer.
· Mengkritisi klaim bahwa instrumen self-report
kurang reliabel/valid, dengan menyajikan bukti empiris tentang kualitas
psikometriknya.
· Memberikan pembelaan terhadap pendekatan
pengukuran psikometrik dan mendorong pemanfaatan instrumen self-report sebagai
alat ukur sahih dalam studi pendidikan.
Metode:
Penelitian ini menggunakan systematic review terhadap artikel-artikel
yang mengembangkan atau menggunakan instrumen self-report feedback inventories.
Pencarian literatur dilakukan pada basis data internasional bereputasi dengan
kriteria inklusi: instrumen yang dikembangkan setelah tahun 2000, fokus pada
pendidikan, serta menyediakan laporan reliabilitas dan validitas. Setiap
instrumen dianalisis berdasarkan aspek psikometrik (misalnya Cronbach’s alpha,
validitas konstruk, validitas isi) serta konteks penggunaannya dalam studi
empiris. Hasil kemudian dipetakan untuk menilai konsistensi kualitas instrumen,
pola pelaporan, serta kontribusinya terhadap pengembangan teori dan praktik
asesmen pendidikan.
Hasil:
Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar instrumen self-report
feedback yang dikembangkan dalam dua dekade terakhir memiliki kualitas
psikometrik yang memadai, khususnya dalam hal reliabilitas internal dan
validitas konstruk. Banyak studi melaporkan nilai Cronbach’s alpha yang tinggi
serta hasil analisis faktor yang mendukung struktur teoretis instrumen. Selain
itu, terdapat peningkatan tren transparansi dalam pelaporan prosedur
pengembangan instrumen, seperti uji validitas isi melalui pakar dan pilot testing.
Temuan ini menantang kritik yang menyatakan bahwa instrumen self-report
bersifat bias dan lemah secara metodologis. Sebaliknya, artikel ini menegaskan
bahwa dengan prosedur validasi yang tepat, instrumen self-report dapat menjadi
alat ukur yang sahih dan reliabel dalam penelitian pendidikan kontemporer.
Kesimpulan:
·
Instrumen self-report feedback inventories
terbukti memiliki dasar psikometrik yang kuat.
·
Kritik terhadap kelemahan instrumen self-report
sering kali didasarkan pada praktik lama, bukan pada bukti terbaru.
·
Perlu ada standar pelaporan yang lebih konsisten
agar kualitas instrumen semakin transparan.
·
Self-report inventories tetap relevan sebagai
metode pengumpulan data kuantitatif yang efektif dalam pendidikan.
Kelebihan penelitian:
·
Menggunakan systematic review sehingga bukti
yang ditampilkan bersifat komprehensif.
·
Memberikan pembelaan berbasis data terhadap
instrumen yang sering diremehkan.
·
Menyediakan rekomendasi praktis untuk pelaporan
kualitas instrumen.
Kekurangan/gap penelitian:
·
Fokus hanya pada self-report inventories dalam
konteks feedback, sehingga tidak mencakup bentuk instrumen lain (misalnya
observasi, tes kognitif).
·
Hanya meninjau publikasi setelah tahun 2000,
sehingga berpotensi melewatkan instrumen klasik yang masih digunakan.
·
Belum melakukan meta-analisis kuantitatif
(misalnya perbandingan reliabilitas rata-rata antar instrumen).
Novelty:
Kajian mengenai validitas dan
reliabilitas instrumen self-report telah banyak dilakukan sebelumnya. Misalnya,
Onwuegbuzie dan Daniel (2003) membahas bias dan isu metodologis dalam
penggunaan self-report, sementara Podsakoff et al. (2012) menyoroti masalah
bias metode umum (common method bias) dalam penelitian perilaku organisasi. Di
bidang pendidikan, Peterson et al. (2011) menelaah efektivitas instrumen
self-report dalam mengevaluasi proses belajar, namun lebih menekankan
kelemahannya dibanding potensinya. Sebaliknya, Brown (2023) melalui systematic
review ini menampilkan bukti empiris terbaru yang justru memperlihatkan
kualitas psikometrik kuat dari instrumen kontemporer. Dengan demikian, artikel
ini memperbarui keterbatasan literatur sebelumnya yang cenderung pesimis
terhadap instrumen self-report, dan menawarkan perspektif baru bahwa dengan
prosedur validasi yang ketat, self-report feedback inventories dapat
dipertahankan sebagai metode pengumpulan data kuantitatif yang sahih dan
reliabel.
Daftar Pustaka:
Brown, G. T.
L. (2023). In defence of psychometric measurement: A systematic review of
contemporary self-report feedback inventories. Assessment in Education:
Principles, Policy & Practice, 30(5), 521–546.
https://doi.org/10.1080/0969594X.2023.2238261
Onwuegbuzie,
A. J., & Daniel, L. G. (2003). Typology of analytical and interpretational
errors in quantitative and qualitative educational research. Current Issues in
Education, 6(2), 1–30.
https://cie.asu.edu/ojs/index.php/cieatasu/article/view/1637
Podsakoff, P. M., MacKenzie, S. B., & Podsakoff, N. P. (2012). Sources of method bias in social science research and recommendations on how to control it. Annual Review of Psychology, 63(1), 539–569. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-120710-100452
Peterson, E.
R., Brown, G. T. L., & Irving, S. E. (2011). Secondary school students’
conceptions of assessment and feedback. Learning and Instruction, 21(3),
295–306. https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.2010.02.002
Comments
Post a Comment