Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Penelitian KUANTITATIF non-eksperimen: Deskriptif, korelasional, dan kausal-komparatif (+statistik yang diperlukan)

Hallo, Wellcome to my blog💗 

Nama              : Cindy Tyas Harvina

NIM                : 250321829945

Mata Kuliah    : Metodologi Penelitian Kuantitatif

Tema               : Penelitian KUANTITATIF non-eksperimen: Deskriptif, korelasional, dan kausal-komparatif (+statistik yang diperlukan)

Offering          : A25


Review Artikel

Judul Artikel: “Mindfulness, teacher mental health, and well-being in early education: a correlational study”

Tujuan:

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mindfulness dan variabel-variabel yang relevan dengan interaksi guru dengan murid, yaitu burnout, stres, kecemasan, depresi, dan kualitas hidup guru. Peneliti juga ingin mengetahui aspek spesifik dari mindfulness yang paling berperan dalam memprediksi kesehatan mental dan kualitas hidup, serta menguji model mediasi untuk menjelaskan mekanisme bagaimana mindfulness memengaruhi kualitas hidup

Metode:

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain survei. Instrumen yang digunakan meliputi Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ), Maslach Burnout Inventory-Educators Survey (MBI-ES), Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21), dan WHOQOL-BREF. Analisis data dilakukan dengan korelasi Spearman, regresi berganda, dan analisis mediasi berbasis bootstrap untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel.

Hasil:

Hasil menunjukkan bahwa mindfulness berkorelasi positif dengan kualitas hidup dan dimensi burnout berupa personal fulfillment, serta berkorelasi negatif dengan depresi, kecemasan, dan stres. Analisis regresi mengungkap bahwa dimensi nonjudging dan nonreact berhubungan signifikan dengan lebih rendahnya gejala depresi, stres, dan kecemasan, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas hidup. Analisis mediasi menunjukkan bahwa stres dan depresi sepenuhnya memediasi hubungan antara mindfulness dan kualitas hidup, sedangkan personal fulfillment memediasi hubungan antara acting with awareness dan kualitas hidup.


Kesimpulan:

Penelitian menyimpulkan bahwa mindfulness, khususnya dimensi nonjudging dan nonreact, merupakan prediktor penting bagi kualitas hidup guru melalui penurunan gejala depresi, kecemasan, dan stres. Dengan demikian, pengembangan program mindfulness dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung kesejahteraan mental guru, terutama di konteks pendidikan anak usia dini.

 

Kelebihan penelitian:

·       Menggunakan instrumen psikologis terstandar internasional (FFMQ, DASS-21, WHOQOL-BREF, MBI-ES).

·       Menyediakan analisis mediasi yang memberi pemahaman lebih dalam mengenai mekanisme hubungan mindfulness dengan kualitas hidup.

·       Relevan dengan konteks pascapandemi, di mana kesehatan mental guru menjadi isu krusial.

 

Kekurangan/gap penelitian:

·       Ukuran sampel relatif kecil, sehingga membatasi generalisasi temuan.

·       Reliabilitas rendah pada subskala depersonalisasi MBI-ES, sehingga hasil terkait variabel ini perlu diinterpretasi hati-hati.

·       Desain penelitian korelasional, sehingga tidak dapat memastikan hubungan kausal.

·       Dilaksanakan hanya di konteks guru prasekolah di Chili, sehingga konteks budaya dan pendidikan lain mungkin menghasilkan temuan berbeda.

Novelty:

Novelty dari penelitian ini terletak pada upaya mengungkap mekanisme yang lebih mendalam mengenai hubungan mindfulness dengan kualitas hidup guru melalui analisis mediasi. Studi-studi sebelumnya memang telah menunjukkan bahwa mindfulness dapat mengurangi stres, depresi, dan burnout pada guru. Misalnya, Fabbro et al. (2020) melaporkan bahwa pelatihan mindfulness menurunkan stres dan burnout, namun tidak menjelaskan dimensi spesifik mindfulness yang berperan utama. Demikian pula, Cheng et al. (2022) meneliti efektivitas program mindfulness bagi guru taman kanak-kanak dalam menurunkan distress psikologis, tetapi hanya menyoroti hasil global tanpa menelaah peran masing-masing aspek mindfulness. Sementara itu, Jennings et al. (2019) melalui program CARE menegaskan pentingnya mindfulness dalam meningkatkan kompetensi emosional guru, tetapi tidak mengeksplorasi jalur mediasi antara mindfulness dan kualitas hidup. Kebaruan artikel ini adalah pada fokusnya mengidentifikasi dimensi spesifik mindfulness seperti nonjudging, nonreact, dan acting with awareness yang terbukti berkontribusi signifikan pada peningkatan kualitas hidup guru, serta pada temuan bahwa pengaruh mindfulness terhadap kualitas hidup bekerja secara tidak langsung melalui penurunan gejala stres, depresi, dan kecemasan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mengonfirmasi temuan sebelumnya, tetapi juga memperkaya literatur dengan memberikan pemahaman baru tentang mekanisme psikologis bagaimana mindfulness mendukung kesejahteraan guru, khususnya dalam konteks pendidikan prasekolah pascapandemi di Chili.

Daftar Pustaka:

Corthorn, C., Pedrero, V., Torres, N., Reynaldo-Grandón, K., & Paredes, P. (2024). Mindfulness, teacher mental health, and well-being in early education: A correlational study. BMC Psychology, 12(428). https://doi.org/10.1186/s40359-024-01930-3

Cheng, X., Zhang, H., Cao, J., & Ma, Y. (2022). The effect of mindfulness-based programs on psychological distress and burnout in kindergarten teachers: A pilot study. Early Childhood Education Journal, 50(8), 1197–1207. https://doi.org/10.1007/s10643-022-01296-8

Fabbro, F., Crescentini, C., Capurso, V., D’Antoni, F., & Crescentini, C. (2020). Effects of mindfulness training on school teachers’ self-reported personality traits as well as stress and burnout levels. Perceptual and Motor Skills, 127(3), 515–532. https://doi.org/10.1177/0031512519900397

Jennings, P. A., Doyle, S., Oh, Y., Rasheed, D., Frank, J. L., & Brown, J. L. (2019). Long-term impacts of the CARE program on teachers’ self-reported social and emotional competence and well-being. Journal of School Psychology, 76, 186–202. https://doi.org/10.1016/j.jsp.2019.07.009

 

Comments

Popular posts from this blog

Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Positivisme dan Post Positivisme Beserta Karakteristiknya

Analisis atau Review Kritis Artikel Tentang Korelasi dan Regresi

Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Statistik 1. Cek data, validitas, reliabilitas, dan asumsi