Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Penelitian kualitatif dan kuantitatif

 Hallo, Wellcome to my blog💗 

Perkenalkan saya Cindy Tyas Harvina, saya merupakan mahasiswi S2 Pendidikan Fisika di Universitas Negeri. Pada kesempatan kali ini, saya sedang menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian Kuantitatif.

Tujuan:

Tujuan dalam artikel ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana metode kualitatif dan kuantitatif direpresentasikan dalam buku teks metodologi penelitian, serta bagaimana pemahaman dan praktik nyata para peneliti di berbagai disiplin ilmu sering kali berbeda dari representasi biner yang ada di literatur.

 

Metode:

Metode yang digunakan meliputi dua tahap penelitian:

(1) kajian literatur terhadap 25 buku teks metodologi penelitian berbahasa Inggris dan 23 buku tambahan berbahasa Jerman, Spanyol, dan Prancis, dengan fokus pada bagaimana metode kualitatif dan kuantitatif diposisikan; dan

(2) studi kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan 31 peneliti lintas disiplin (sains dan seni) untuk memahami bagaimana mereka mendefinisikan dan mempraktikkan kedua pendekatan tersebut. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan konstruktivis dengan analisis thematic.

 

Hasil:

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun buku teks sering menggambarkan metode kualitatif dan kuantitatif secara dikotomis, tetapi kualitatif lebih dianggap interpretatif, subjektif, berbasis teks; sedangkan kuantitatif diposisikan sebagai objektif, positivistik, dan berbasis angka. Banyak peneliti di bidang sains menggunakan prosedur kualitatif untuk tahap awal sebelum beralih ke pengukuran kuantitatif, atau sebaliknya menggunakan data kuantitatif yang kemudian diinterpretasikan secara kualitatif. Selain itu, beberapa bidang menganggap istilah tersebut tidak relevan atau bahkan tidak digunakan sama sekali, misalnya dalam filsafat atau seni.

 

Kesimpulan:

Kesimpulan pada artikel ini adalah pengajaran metodologi penelitian perlu lebih menekankan pada fleksibilitas, kompleksitas, dan kemungkinan kombinasi antar pendekatan, sehingga pilihan metode benar-benar disesuaikan dengan pertanyaan penelitian dan konteks disiplin.

 

Kelebihan dan Keterbatasan/Gap Penelitian:

Aspek

Kelebihan

Keterbatasan / Gap

Pendekatan

Menggabungkan literature review (25 buku teks + 23 non-Inggris) dan wawancara kualitatif (31 peneliti lintas disiplin).

Sampel wawancara relatif kecil (31 orang) dan dominan konteks Eropa/UK → generalisasi terbatas.

Kontribusi Teoritis

Menunjukkan kesenjangan epistemologis antara representasi biner di literatur dan praktik nyata penelitian.

Literatur yang direview selektif (terutama sumber populer; kurang mencakup Asia, Amerika Latin, Afrika).

Relevansi Pendidikan

Memberikan wawasan agar mahasiswa/dosen tidak terjebak pada pandangan biner, melainkan fleksibel.

Rekomendasi praktis untuk pengajaran metodologi masih umum, belum operasional.

Kekayaan Data

Partisipan dari berbagai disiplin (sains, seni, filsafat) sehingga memberi perspektif luas.

Analisis wawancara manual (tanpa software CAQDAS) → keterlacakan & replikasi terbatas.

Isu Metode Campuran

Mengakui adanya potensi mixed methods.

Belum mengeksplorasi strategi integrasi mixed methods secara detail.

 

Novelty:

Novelty artikel ini terletak pada pendekatan ganda: mengombinasikan kajian literatur sistematis atas buku teks metodologi dengan wawancara lintas disiplin, yang sebelumnya jarang dilakukan secara bersamaan. Temuan ini memperlihatkan adanya kesenjangan epistemologis antara representasi metodologi dalam literatur dan praktik nyata peneliti, sekaligus menawarkan wawasan baru mengenai perlunya dekonstruksi pandangan biner dalam pendidikan metodologi penelitian.

Comments

Popular posts from this blog

Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Positivisme dan Post Positivisme Beserta Karakteristiknya

Analisis atau Review Kritis Artikel Tentang Korelasi dan Regresi

Analisis atau Review Kritis Substansi Artikel Tentang Statistik 1. Cek data, validitas, reliabilitas, dan asumsi